Demi Desainer Difabel, Anne Avantie Rela Kehujanan Dibonceng Motor

Bandung

Rahmat Hidayat kedatangan tamu spesial di rumahnya, Selasa (28/11/2018). Pria penyandang difabel yang jago mendesain busana ini dikunjungi desainer ternama Anne Avantie. Demi menemui Rahmat, Anne rela dibonceng hujan-hujanan melalui persawahan.

Semangat hidup Rahmat sebagai difabel yang berbakat membawa Anne Avantie ke sebuah pelosok di Bandung Barat, Jawa Barat. Rumah Rahmat tepat berada di Kampung Ciawitali, RT 2 RW 6, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta.

[Gambas:Instagram]

Anne sempat membagikan kisah perjalanannya bertemu Rahmat di Instagram. Dalam sebuah video, desainer langganan selebriti kondang Tanah Air itu terlihat memboncengi sebuah motor sembari berpayungan. Ketika itu, awan mendung menggantung diiringi hujan rintik-rintik.

“Awalnya Bunda ke Bandung tidak berencana kesana .., karena sedang akan mengunjungi the heritage by Anne avantie ( Batik toean njonja),” tulis Anne. Ia baru bergegas pergi setelah mendapat informasi dari Hengky Kurniawan soal keberadaan Rahmat.

Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dari Kota Bandung. Untuk mencapai rumah Rahmat, motor yang ditumpangi Anne harus melalui jalan setapak yang kiri-kanannya adalah hamparan sawah.

Rahmat Hidayat kedatangan tamu spesial. Pria difabel yang jago mendesain ini dikunjungi Anne Avantie.Rahmat Hidayat kedatangan tamu spesial di rumahnya. Pria difabel yang jago mendesain ini dikunjungi Anne Avantie. (Foto: Rachmadi Rasyad/Detikcom)

“Menyusuri jalan setapak di pematang sawah adalah sebuah Berkat yg ingin saya bagikan. Bahwa ketika hati kita tergerak .. JALANI saja , kita lakukan BAGIAN kita dan selanjut nya merupakan BAGIAN NYA ,” lanjut desainer 64 tahun itu.

Setelah melewati berbagai ‘rintangan’, tibalah Anne di depan rumah Rahmat. Seperti terlihat di video, keduanya sama-sama terharu ketika saling bertegur sapa untuk pertama kalinya. Anne mengaku sangat tersentuh melihat Rahmat yang meski hidup dengan fisik yang terbatas tetap bisa berjuang menghidupi keluarga lewat bakat mendesainnya. “Betapa pembelajaran yg luar biasa betapa ketidak sempurnaan nya ” menyempurnakan ” hidup keluarga nya yg sangat memprihatinkan,” kata Anne.

Selain bertukar cerita, pertemuan singkat itu juga diisi dengan momen menggambar bersama. Anne juga berpesan kepada Rahmat agar jangan pernah patah semangat dan selalu berhati-hati terhadap kehdiran orang-orang yang mau memanfaatkannya di tengah kesempitan.

Meski memiliki keterbatasan fisik atau difabel, hingga saat ini, tidak terhitung karya yang telah dihasilkan melalui goresan penanya. Kepada detikcom, Rahmat pun mengaku sudah lupa kapan dia pertama kali membuat desain busana. Namun, kata pria 25 tahun ini, minatnya pada bidang desain bermula dari kebiasannya menggambar ketika masih berusia lima tahun.

[Gambas:Instagram]

“Waktu umur lima tahun belum mulai desain, cuma baru gambar-gambar saja. Soalnya saya dari kecil suka gambar dan kebetulan bibi saya suka gambar. Jadi saya belajar dari situ,” kata dia.

Selain terbiasa membuat gambar, Rahmat menyebut bahwa film Korea berjudul King of Fashion hingga Ivan Gunawan turut memotivasinya untuk mendesain. Sejak itu, dia mulai membuat desain secara otodidak tanpa dibimbing oleh siapa pun.

Rahmat juga sempat membuat kerajinan berbahan bungkus kopi yang diolah menjadi dompet atau tas. Selain itu, dia juga pernah menjual kerajinan berupa gantungan kunci. Dia pun mengaku jiwa seni yang mengalir di dirinya berasal dari bibinya.

Sketsa busana buatan Rahmat Hidayat.Sketsa busana buatan Rahmat Hidayat. (Foto: Instagram)

Rahmat menuturkan karya yang pertama kali dia buat dijual ke daerah Surabaya dengan harga Rp 500 ribu. Rahmat mengaku sempat merasa takut dicaci maki orang lain sebelum membuat dan berani menjual karyanya tersebut. Namun, adanya keinginan untuk memotivasi kaum difabel membuat ketakutan itu sirna.

“Pertamanya merasa minder takut dicaci maki sama orang. Tapi kalau saya terus takut kapan saya majunya. Saya juga ingin menginspirasi kaum difabel yang lain,” ucap dia.

(dtg/dtg)